Perancangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Penguasaan Perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Program Pendidikan Luar Sekolah





  Perancangan  Teknologi Informasi  dan Komunikasi


 



Teknologi informasi dan komunikasi sudah lahir dan telah ada sejak lama dan teknologi ini sangat digemari oleh para kalangan terutama para kalangan anak milenial saat ini. Teknologi informasi dan komunikasi ini tidak dapat dipisahkan dikarena teknologi informasi dan komunikasi ini merupakan suatu teknologi yang berupa internet, handphone dan sebagainya yang berbentuk perangkat keras yang dapat memenuhi kebutuhan dan kegiatan manusia dalam kehidupan sehari – hari.

Saya sebagai penulis ingin berbagi ilmu kepada kawan-kawan semua terkait tentang "Perancangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)".

Dalam perancangan produk sangat penting dalam kesusuksesan produk yang dirancang. Dari permasalahan dan produk yang akan dirancang tadi, penguasaan yang dimaksud adalah perancang memahami apa masalah yang terjadi pada program pendidikan luar sekolah tersebut, kemudian berdasarkan kebutuhan yang didapat, perancang membuat rancangan produk yang harus dipastikan kerasionalnya dengan apa yang seharusnya didapatkan. Perancang dipastikan harus paham dengan produk yang dirancang tersebut mulai dari tujuan, kegunaan, cara pakai dari produk yang dirancang tersebut harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan nantinya. Agar ketika harus diupdate menjadi lebih baik, perancang tahu kelebihan dan kelembahan dari produk yang dirancang tersebut sehingga perancang menjadi mudah mengetahui aspek mana yang harus diubah, ditambah, diperbaiki, maupun diganti karena perancang sudah menguasai produk yang dirancang tersebut.

Dapat disimpulkan dalam perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi program pendidikan luar sekolah, produk yang dirancang dipastikan rasional dengan kebutuhan peserta didiknya. Produk tik tersebut harus tepat sasaran. Jika produk tik tersebut tidak sesuai, maka itu akan sia-sia dan tidak akan memberikan solusi yang baik terhadap masalah yang ada. Dan juga harus yang paling penting perancang punya penguasaan yang lebih terhadapa produk yang dirancangnya. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu bagaimana produk tersebut dapat dibuat dalam rancangan produk yang dipahami dan dijalankan dengan mudah oleh para penggunanya.

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat, termasuk teknologi informasi. Adanya perkembangan informasi yang cukup pesat ini juga berpengaruh besar pada bidang pendidikan. Dengan adanya teknologi yang cukup maju ini maka harus ada upaya yang perlu dilakukan agar dunia pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan yang ada di sekelilingnya.

Proses Pendidikan terutama proses pendidikan dewasa ini sudah bergeser kepada dominasi peran dari hasil adopsi dari inovasi kajian komunikasi digital atau komunikasi bermedia dengan pemanfaatan teknologi pendidikan (Abdulhak dan Darmawan 2013: 15).

Proses pendidikan tidak lagi hanya sekedar tatap muka dan komunikasi langsung namun sudah mulai memanfaatkan teknologi digital. Salah satu hambatan yang sering dialami oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan kegiatan belajar mengajar (Widiastuti 2014: 1). 

Hal ini terjadi seiring dengan perubahan pada lingkungan di masyarakat yang mulai beragam dan berfikiran modern. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional (Danim 2013: 1). 

Perancangan dan pembuatan media pembelajaran menggunakan metode Computer Based Instruction dapat menjadi solusi untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan metode Computer Based Instruction. 

 Perancangan produk merupakan sebuah langkah strategis untuk bisa menghasilkan produk-produk industri yang secara komersial harus mampu dicapai guna menghasilkan laju pengembalian modal (rate of return on investment). erancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang sudah ada merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik yang telah ada. Kegiatan ini didapat dari persepsi tentang kebutuhan manusia, kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep produk, perancangan produk, pengembangan dan penyempurnaan produk, dan diakhiri dengan pembuatan dan pendistribusian produk tersebut. Di dalam suatu produk yang akan dikembangkan, tiap - tiap elemen suatu produk mempunyai fungsi-fungsi sendiri. Diantara fungsi - fungsi satu dengan yang lain terkadang ada saling terkait, sehingga suatu fungsi komponen akan menentukan fungsi komponen lainnya. Perancangan Dan Produksi Produk Teknologi dalam pendidkan masyarakat bertujuan untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan, dalam hal ini permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Proses perancangan diawali dengan mengidentifikasi permasalahan masyarakat yang ada di sekitar kita.

Ada banyak hal contoh contoh perancangan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi misalnya seperti merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. Dengan menggunakan perangkat lunak yang bernama CATIA (Computer Aided Three Dimensional Interctive Application) buatan Dassault system, Prancis, sebuah pabrik dapat merancang mobil atau pesawat terbang tanpa menggunakan kertas. Dodge dan Daimer Crysler merupakan contoh perusahaan yang mengandalkan perangkat lunak ini untuk mewujudkan desain mobil beserta komponen-komponennya dan bahkan untuk mengujinya.

Selain itu perancangan  instrumen peningkatan peran serta masyarakat dalam mengelola potensi dan sumber daya lokal yang pada akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat desa tersebut. Multipurpose Community Telecenter atau ‘Rumah Pintar’ adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan sosial dan ekonomi desa. Pemanfaatan Rumah Pintar untuk memecahkan masalah peningkatan pemberdayaan masyarakat desa yang akan meningkatkan kemampuan keilmuan dan peningkatan kemampuan ekonomi. Kali  ini akan membahas pemanfaatan framework work system method untuk merancang sistem informasi dan teknologi dalam desa. Akan mengahasilkan model dan rekomendasi hasil analisis rumah pintar sebagai sebuah entitas yang melayani masyarakat, melaksanakan kegiatan bisnis dalam peningkatan pendidikan dan kesejahteraan serta pemanfaatan teknologi dan informasi sebagai pendukungnya.

Demikian yang dapat penulis sampaikan pada pembahasan kali ini, penulis mengharapkan kritik dan saran serta masukkan dari kawan-kawan semua agar karya tulis dapat ditingkatkan lebih baik lagi setiap hari. Semoga informasi yang penulis sampaikan pada kali ini berguna dan bermanfaat serta berkah bagi para pembaca.


Komentar