Tik sebagai sarana komunikasi dengan kelompok sasaran

Nada putri pertiwi

19005129

pendidikan luar sekolah


TIK sebagai Sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran


Mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi PLS

A. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan

Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh meningkatkan keterampilan diluar sitem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktik dari pada teori.

Program pelatihan merupakan program yang menekankan kepada keterampilan, karena pelatihan adalah ke-giatan atau pekerjaan melatih untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan pekerjaan. Oleh karna itu, sangat memungkinkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program pelatihan ini, karena dengan adanya TIK maka proses pembelajarannya akan lebih mudah. Misalnya: di sebuah desa, ada beberapa warga yang mengikuti pelatihan menjahit. Di sana cara menangkap ilmu pengetahuan berbeda beda. Dengan demikian, pelatih menggunakan video yang ditayangkan melalui infocus , yang mana video tersebut telah di download terlebih dahulu di youtube dan membagikannya lagi kewarga belajar. Dengan begitu warga yang mengikuti pelatihan tersebut bisa belajar juga di rumah tanpa adanya pelatih.

Jadi, pelatih tidak hanya membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta juga bisa belajar di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan dari TIK.

B. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk meningkatkan
kemampuan atau kapasitas masyarakat dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang tersedia dilingkungannya agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Namun upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas untuk meningkatkan
kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga untuk membangun jiwa kemandirian masyarakat agar berkembang dan
mempunyai motivasi yang kuat dalam berpartisipasi dalam proses pemberdayaan.

Dalam hal ini, kita bisa menggunakan TIK untuk menambah ilmu pengetahuan seperti : mencari informasi tentang apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan TIK misalnya melalui google maka sedikit tidaknya kita akan mendapatkan informasi, dengan itu kita bisa membandingkan juga dengan buku yang telah kita pelajari sebelunya, dari situ kita bisa menyimpulkan dari yang kita peroleh tersebut.

C. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan Masyarakat

Penyuluhan maksudnya ialah memberikan arahan kepada seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya terlebih dahulu dan mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut terlebih dalulu. Namun sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu langsung untuk melakukan penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara langsung tanpa harus tatap muka. Misalnya dalam progaram gizi buruk , kita bisa memberikan sesuatu seperti sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet, yang mana nanti akan dibaca oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan peyuluh dan tidak perlu mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan penyuluhan.

Untuk dapat mendapatkan hasil yang optimal dalam pemanfaatan Teknologi informasi dan komunikasi di masyarakat pedesaan diperlukan strategi yang tepat dalam merencanakan pembangunan didaerah. Tiap wacana yang menggunakan TIK dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa mensyaratkan para perencana pengembangan TIK untuk dapat mendefinisikan unsur-unsur penunjang yang esensial untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Harus diakui bahwa Implementasi TIK akan dapat membawa dinamika tersendiri seperti mengubah dinamika permasalahan, misalnya, dapat saja diperoleh hasil yang tidak pernah diharapkan, tetapi ternyata justru lebih baik daripada yang diharapkan. Hal itu terjadi saat masyarakat menerapkan teknologi sesuai kebutuhannya sendiri, yang mungkin tidak direncanakan oleh perencana pembangunan. Hal seperti itu justru baik, menandakan keberhasilan intervensi dalam menanggapi kebutuhan sosial.

Dengan demikian implementasi TIK di pedesaan harus dapat memperhatikan dan menghasilkan hal-hal sebagai berikut.

  • Mendorong Terciptakan Usaha Makro. Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi harus dapat berdampak pada strategi kehidupan para pengusaha kecil dan pengusaha lokal dipedesaan dalam memperoleh modal dari kategori-kategori berikut:

a.Modal dasar: kesempatan mengakses kebijakan-kebijakan pemerintah.
b.Modal keuangan (Financial Capital): komunikasi dengan pihak-pihak pemberi dana, misalnya kredit mikro (microcredit).
c.Modal sumber daya manusia (Human Capital): penambahan pengetahuan melalui proses-proses dan belajaran jarak-jauh yang diperlukan untuk
d.sertifikasi/izin usaha.
e.Modal sosial (Social Capital): menjalin hubungan keluar komunitasnya sendiri.
f.Modal yang bersifat fisikal (Physical Capital): pendekatan-pendekatan untuk pengadaan bahan dasar infrastruktur. TIK dan e-commerce menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha wanita (yang dibanyak negara berkembang merupakan pelaku pasar terbanyak di bidang usaha kecil dan menengah), karena dapat menghemat waktu dan uang sambil meraih pelanggan baru
di pasar domestik dan internasional.

  • Menunjang dan Meningkatkan Usaha Pertanian Teknologi informasi dan komunikasi harus dapat memberikan informasi yang berharga kepada para petani dalam bentuk pemeliharaan tanaman dan hewan, pemberian pupuk dan pakan hewan, pengurangan dampak kemarau, pemberantasan hama, irigasi, ramalan cuaca, sumber benih, dan harga pasaran. Kegunaan TIK juga menguntungkan para petani dalam hal memungkinkan mereka ikut serta dalam kegiatan advokasi dan kooperasi.
  • Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Pendidikan Pertumbuhan pembelajaran jarak jauh dipicu oleh kebutuhan masyarakat pedesaan untuk merapatkan kesenjangan pendidikan terhadap daerah perkotaan. Implementasi pembelajaran jarak jauh merupakan suatu cara untuk dapat menyekolahkan anak dalam jumlah yang lebih banyak, tetapi dengan biaya yang lebih sedikit. UNESCO dan Bank Dunia melaporkan bahwa di 10 lembaga pendidikan jarak jauh di dunia kebanyakan berada di Dunia Ketiga rata-rata biaya sekolah tiap anak hanyalah sepertiga dari biaya sekolah biasa di negara yang sama. Pembelajaran jarak jauh tampaknya menjadi perintis bagi e-learning, tetapi keduanya tidaklah sama, dan transisi dari bentuk yang pertama kebentuk yang berikutnya cukup menantang. Antusias me awal yang menyambut gagasan universitas maya (virtual universitas) tidak diikuti langkah perintisannya, tetapi program-program terakreditasi yang sepenuhnya dapat diikuti melalui jaringan internet tetap ada dan bertambah dengan cepat.
  • Meningkatkan Layanan Kesehatan Terdapat banyak cara menerapkan TIK untuk memperoleh hasil yang diinginkan dibidang kesehatan. TIK digunakan di negara-negara berkembang untuk memfasilitasi konsultasi,diagnosis, dan pengobatan jarak jauh. Para dokter di tempat-tempat terpencil dapat memanfaatkan TIK untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman profesional sejawatnya di lembaga rujukan di perkotaan. Pekerja-pekerja kesehatan di negara berkembang mengakses pelatihan medis yang relevan melalui mekanis yang dimungkinkan oleh TIK. Beberapa situs baru di Internet mengenai malaria digunakan pakar kesehatan untuk menyebarluaskan modul-modul “ajar dan uji” (“ teach and test ”) yang inovatif untuk mengukur kesehatan sendiri. Bank data terpadu yang dihubungkan jaringan TIK memungkinkan para pekerja kesehatan mengikuti perkembangan yang melaju pesat dibidang kesehatan. Media umum seperti radio dan televisi mempunyai sejarah panjang sebagai penyiar efektif penyebarluasan berita-berita kesehatan masyarakat dan teknik-teknik pencegahan penyakit di negara-negara berkembang. Internet juga dapat digunakan untuk memperbaiki upaya pencegahan penyakit dengan memfasilitasi mekanis mepemantauan dan respons yang lebih efektif.
  • Mengembangkan Kemampuan dan Potensi di Pedesaan. Pengembangan kemampuan biasanya berkaitan dengan pembinaan keterampilan dan kemampuan dasar organisasi (atau individu) untuk membantu masyarakat mencapai tujuan pembangunan. Definisi tersebut sangat sesuai dengan konteks TIK karena mengasumsikan pengetahuan yang menyadari adanya tujuan pembangunan, tanpa kesadaran itu TIK tidak dapat berbuat banyak. Skenario yang paling mungkin untuk kalangan masyarakat pedesaan begitu adalah meneruskan bantuan dari organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang telah menggunakan TIK dan yang program-program lembaga tersebut yang memang membidik dan berinteraksi dengan kalangan tersebut sebagai lembaga penerima.

TIK dalam bentuk pusat komunitas multimedia atau telecentre, terutama ditingkat perdesaan, dapat bertindak sebagai titik akses untuk keterhubungan komunitas, pengembangan kemampuan lokal, pengembangan materi dan komunikasi (content development and communications), serta berfungsi sebagai pusat untuk penerapan-penerapan strategi TIK, seperti pendidikan jarak jauh, layanan informasi kesehatan jarak jauh (telemedicine), bantuan untuk usaha-usaha kecil, menengah, dan kredit mikro, promosi e-commerce, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan wanita dan remaja. Jika layanan-layanan demikian memiliki strategi kepedulian akan masyarakat di desa, maka efektivitas TIK dapat diarahkan kesana.

Komentar

Posting Komentar